Smart
city merupakan pengembangan, penerapan, dan implementasi teknologi yang
diterapkan untuk suatu wilayah. Smart city juga mampu memberikan dampak positif
bagai berbagai aspek baik pemerintahan, kehidupan sosial, transportasi, dengan
memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. konsep
Smart City ini memiliki visi untuk mengintergasikan informasi teknologi
komunikasi (IT) dan internet dan menjadikannya menjadi solusi yang aman untuk
mengelola aset kota tersebut. Aset tersebut bisa berupa sistem informasi
departemen lokal, sekolah, perpustakaan, rumah sakit, transportasi publik,
pembangkit listrik dan layanan masyarakat lainnya.
Bagi
sebuah kota cerdas, seluruh aktivitas yang terkait dengan layanan publik dapat
dikelola dengan mengembangkan sebuah platform untuk monitoring dan menyatukan
semua data yang relevan. Pengembangan Smart City juga sangat ditentukan oleh
tingkat kematangan (maturity) dari kota dalam mengembangkan Smart City sebagai
layanan untuk membuat kota yang cerdas. Tingkat kematangan ini dapat meliputi
pengelolaan dan layanan TIK terkait Smart City. Layanan-layanan tersebut dapat
meliputi tata kelola pemerintahan, ekonomi, kondisi sosial dan kualitas hidup
masyarakat, infrastruktur perkotaan (transportasi, energi, dan lain-lain) dan
kondisi lingkungan perkotaan. Model tingkat kematangan ini perlu disusun untuk
melihat kemampuan kota dalam pengembangan smart city ke depan. Berikut ini
adalah beberapa manfaat dari konsep Smart City:
1)
Memperbaiki permasalahan di masyarakat
2)
Meningkatkan layanan publik
3)
Menciptakan pemerintahan yang lebih baik
4)
Mencerdaskan masyarakat
5)
Mengelola potensi kota dan potensi SDM
Menurut
Cities in Motion Index (CIMI), Tokyo meraih peringkat pertama sebagai kota
cerdas terbaik di dunia. Gak heran lagi negara yang dijuluki negeri matahari
terbit ini menjadi peringkat paling atas, Kota nya bersih, Masyarakatnya patuh
pada aturan. Kebanyakan orang jepang menggunakan subway karena tepat waktu dan
harganya murah, Hanya sekitar 150-170¥. Subway tersebut menggunakan semacam ID
Card bernama Pasmo atau Suica untuk pembayaran, Anda hanya perlu mengisi saldo
pada kartu tersebut ditambah pengisian yang terdapat di seluruh subway,
penggunaan nya sangat mudah karena hanya tinggal Tap saja. Karena saya juga
sangat mengerti kebutuhan masyarakat Tokyo yang sangat mengagungkan waktu
daripada apapun. Kartu tersebut juga dapat digunakan untuk membeli minuman di
vending machine, membeli barang di convenience store ataupun naik bus. Simple,
Aman dan Nyaman ditambah juga ramah untuk wisatawan asing. Karena transportasi
yang aman dan modern serta mudah digunakan masyarakat adalah salah satu konsep dari
Smart City. Selain menggunakan subway dan bus untuk mengelilingi Tokyo bahkan
ke prefektur sebelah, Konsep Smart City yang ditambahkan oleh pemerintah Jepang
adalah sepeda dan tempat parkirnya? Kenapa? Di Jepang membuat SIM memang sangat
ribet dan biayanya juga mahal, mungkin pemerintah disana ingin tetap menjaga
kadar polusi udara dengan membatasi orang-orang yang memiliki SIM ataupun
orang-orang yang bisa mengendarai kendaraan. Sepeda pun jadi transportasi yang
umum dan banyak ditemukan disekitar Tokyo. Namun saking banyaknya pengguna sepeda,
Pemerintah disana kebingungan memberikan fasilitas parkir sepeda. Karena lahan
di Tokyo benar-benar sangat mahal dan sempit, Tetapi mereka tidak kehabisan
ide, Jepang membuat tempat parkir sepeda di bawah tanah! Mereka menggunakan
teknologi lift dan robot untuk mengatasi masalah ini. Anda dapat mengecek
liputan videonya dibawah ini. Namun sepeda anda sebelumnya harus dipasang IC
chip terlebih dahulu untuk memanfaatkan fasilitas tempat parkir ini.
And
next I’ll show you “Urban Farm” yaitu sebuah garden (taman) atau saya akan
sebut perkebunan di dalam gedung alias indoor, namun beberapa ada yang terletak
di rooftop gedung itu sendiri. Tanah di Tokyo memang sangat mahal, padat dan
sempit. Memungkinkan mereka tidak bisa berkebun dengan leluasa di tanah ataupun
persawahan. Perkebunan ini setidaknya memasok beberapa buah maupun sayuran yang
bisa dimakan ataupun hanya sekedar hobi beberapa orang-orang yang menyukai
berkebun namun dengan lahan yang sangat minim. Menurut beberapa sumber
perkebunan ini bisa diatur suhu dan kelembapan dengan lampu-lampu yang
dihubungkan dengan komputer untuk menjaganya. Makanya teknologi benar-benar
sangat dibutuhkan. Iya juga sih karena tanaman ini membutuhkan memang
membutuhkan cahaya matahari untuk berfotosintesis, Kalau tidak diberikan cahaya
sama sekali jadi tidak bisa tumbuh dengan sempurna.
Kota
cerdas tidak akan lengkap dengan pertumbuhan gadget, barang elektronik dan juga
internet. Salah satunya yang saya akan bahas kali ini adalah WiFi, Internet
memang sudah jadi bagian yang penting bagi kaum metropolitan sekarang. Apalagi
Jepang sedang mengadang-gadang WiFi gratis di seluruh pelosok Jepang, Namun
anehnya negara tetangga Jepang yaitu Korea selatan bahkan lebih memiliki banyak
titik WiFi gratis, Bahkan Singapura yang notabene negara tetangga kita
disebutsebut memiliki akses WiFi gratis yang lebih banyak.
Jepang
juga telah mencoba sistem microgrid sistem microgrid ini akan memasok listrik
ke 117 rumah tangga di Zona D4 Smart City Shioashiya
Solar-Shima, yang didesain dan dikembangkan oleh PanaHome di Ashiya City, Hyogo
Prefecture. Pada 9 Agustus 2017, proyek itu terpilih sebagai bagian dari
program subsidi Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri guna meningkatkan
produksi energi lokal untuk konsumsi lokal dengan memanfaatkan karakteristik
regional.
Proyek patungan ini
dilakukan oleh PanaHome, ENERES, IBJ Leasing dan Public Enterprises Agency. Proyek tersebut berkonsep "kota
yang saling terhubung dengan energi untuk hidup." PanaHome membeli tanah
yang dikembangkan oleh Public Enterprises
Agency. Panasonic Corporation dan City of Ashiya juga bekerjasama
mengembangkan proyek ini. Bagian dari proyek itu memerlukan sistem microgrid yang pertama dimiliki
Jepang.
Energi surya akan
digunakan untuk menerangi 80% atau lebih (*3) dari seluruh distrik perumahan.
Ini dimungkinkan dengan mengalirkan listrik dari perusahaan swasta (*4) ke
distrik perumahan dan berbagi daya listrik antar rumah. Bahkan ketika aliran
listrik yang biasanya di kawasan tersebut terganggu dalam keadaan darurat,
jaringan listrik dari perusahaan swasta bisa terus memasok listrik melalui
rangkaian khusus. Jaringan listrik swasta memungkinkan pasokan listrik dan
menetapkan tingkat daya secara fleksibel.
Oleh karenanya, ini
memberi manfaat bagi para pemilik rumah, yakni bisa menghemat biaya listrik
20%. Tujuan penting lainnya adalah kontribusi terhadap lingkungan, terutama
dengan memaksimalkan penggunaan energi terbarukan untuk mengurangi emisi CO2.
Ke depannya, proyek ini akan memberi solusi untuk berbagi daya listrik antar
bangunan, mencegah pemadaman listrik di berbagai area di luar negeri di mana
jaringan listriknya lemah, dan dalam memperlihatkan solusi tersebut di luar
negeri.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar